Workshop Mitigasi Bullying di Pondok Pesantren Darun Na’im YAPIA Parung, Bogor
DOI:
https://doi.org/10.64344/inta.v2i1.106Kata Kunci:
Bullying, Mitigation, Islamic Boarding School, Participatory Workshop, Community ServiceAbstrak
Bullying in Islamic boarding schools (pesantren) is a serious issue that impacts students' mental health, academic achievement, and social well-being. Research findings indicate that bullying practices in pesantren still occur in various forms—verbal, physical, relational, and cyberbullying—often rooted in senior-junior social hierarchies and limited understanding of bullying's consequences. This community service activity aims to enhance students' understanding and skills in identifying, preventing, and responding to bullying within the Pondok Pesantren Modern Darun Na'im YAPIA Parung. This intensive and interactive workshop was conducted on Friday, June 26, 2026, from 19.00 to 21.30 WIB, involving 25 senior students as participants. The implementation method employed a Participatory Learning and Action (PLA) approach combined with role-play simulations, group discussions, and self-reflection. The results showed increased participants' understanding of the definition, forms, and impacts of bullying, as well as strengthened assertive skills and empathy in building an anti-bullying culture in the pesantren. This workshop recommends program sustainability through the establishment of peer support groups and socialization of the Child-Friendly Pesantren policy in accordance with the Minister of Religious Affairs Decree Number 91 of 2025.
Referensi
Arifin, Z., & Afrudin, A. (2025). The role of moral education in preventing bullying in Islamic boarding schools: A case study. Jurnal Pendidikan Edutama, 12 (1), 34–21. https://repository.um-surabaya.ac.id/
Azizah, N. R. R., & Sa’adah, N. (2025). Causes of bullying and strategies for prevention in pesantren: A holistic approach to creating an inclusive environment. Asatiza Jurnal Pendidikan, 6(1), 63–76. https://doi.org/10.46963/asatiza.v6i1.2571
Diana, L., Hufron, A., & Wahid, A. (2024). Strategi pondok pesantren Annuqayah Latee I dalam mengatasi bullying santri. GAHWA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3 (1). https://doi.org/10.61815/gahwa.v3i1.487
Fadilah, N., Ariantini, N., & Ningsih, S. W. (2023). Fenomena Bullying di Kawasan Pondok Pesantren. Jurnal Bimbingan Dan Konseling Borneo, 5(1). https://doi.org/10.35334/jbkb.v5i1.4061
Firdaus, J., & Aisyah, N. (2020). Revitalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam menanggulangi problematika bullying di pesantren. Jurnal Sains Sosio Humaniora, 4 (2), 898–907. https://www.researchgate.net/publication/348451122
Fitriani, R., et al. (2026). Pemberdayaan OSIS melalui participatory action research dalam pengembangan program kesehatan mental untuk pencegahan bullying pada siswa. Jurnal Pengabdian Masyarakat Malahayati, xx(xx). https://ejurnalmalahayati.ac.id/
Garandeau, C. F., Lee, I. A., & Salmivalli, C. (2014). Differential effects of the KiVa anti-bullying program on popular and unpopular bullies. Journal of Applied Developmental Psychology, 35 (1), 44–50. https://doi.org/10.1016/j.appdev.2013.10.004
Ghafur, O. A. (2025). Model pembinaan karakter dalam menangani perilaku bullying di kalangan santri (Studi kasus Pondok Pesantren Puncak Darussalam). Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14(2), 3081–3092. https://journal.unpak.ac.id/index.php/didaktika
Hidayati, N., et al. (2025). Penguatan sekolah aman dan bermartabat di SDN Maracang, Purwakarta, melalui pencegahan kekerasan seksual dan bullying. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sisfokomtek, xx(xx), 1632–1639. https://ejournal.sisfokomtek.org/
Hidayati, S. R., Siregar, R. H., & Irma. (2022). Perlindungan Hukum bagi Korban Bullying dalam Perspektif Viktimologi. Aufklärung: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(4), 323–331. Retrieved from https://mail.pijarpemikiran.com/index.php/Aufklarung/article/view/268
Junaidi, J., & Sahrandi, A. (2025). Pesantren strategies in anti-bullying education and protection of students in pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, xx(xx). https://ejournal.uiidalwa.ac.id/index.php/jpi
Lestari, D., et al. (2025). Gerakan anti-bullying: edukasi dan strategi pencegahan bagi siswa SMA Negeri 2 Jonggat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 8(3), 936–943. https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jpmpi
Nurlelah, S., & Mukri, S. G. (2024). Dampak bullying terhadap kesehatan mental santri (Studi kasus di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung). Fikrah: Journal of Islamic Education, 3(1), 73–86. https://jurnalfai-uikabogor.com/index_php/fikrah/article/view/448
Nuryono, W., Mardiani, D. P., Minarsih, N. M. M., Istianah, F., Ningrum, M. A., Sania, F. N., Rusydi, W. R. S., & Arisona, T. P. A. (2024). Pengembangan Materi Pencegahan Bullying Untuk Guru Bk Madrasah. Realita Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 9(2), 2550. https://doi.org/10.33394/realita.v9i2.13893
Pratiwi, D., Pandang, A., & Aryani, F. (2024). Studi kasus perilaku bullying dan penanganannya di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Multazam Bontonompo. Jurnal Natar Pendidikan Indonesia, xx(xx), xx–yy. https://eprints.unm.ac.id/36077/
Saputri, N. S. D., & Aryani, E. (2026). Pemberdayaan OSIS melalui participatory action research dalam pengembangan program kesehatan mental untuk pencegahan bullying pada siswa. Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Malahayati, xx(xx). https://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/kreativitas/article/view/25914
Yuhbaba, Z. N., & Suswati, W. S. E. (2025). Transforming pesantren adolescents into anti-bullying agents through the bully blocking program. Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements, 7(1), 61–66. https://doi.org/10.20473/dc.V7.I1.2025.61-66
Regulasi dan Kebijakan
Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.
Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 237.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1262 Tahun 2024 tentang Pengasuhan Tanpa Kekerasan di Pesantren.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025a). Keputusan Menteri Agama Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025b). Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1541 Tahun 2025 tentang Pilot Pendampingan Program Pesantren Ramah Anak.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama.
Sumber Daring
ANTARA News. (2025, February 17). Kemenag menerbitkan regulasi antikekerasan terhadap anak di pondok pesantren. https://www.antaranews.com/
CNN Indonesia. (2025, November 5). Santri berusia 14 tahun di Lamongan diduga menjadi korban bullying di pesantren. https://www.cnnindonesia.com/
Detik.com. (2025, November 26). Menag menyebut ponpes kadang menjadi sasaran perundungan. https://www.detik.com/
Kemenag.go.id. (2025, October 26). Serius kembangkan pesantren ramah anak, Menag: Kita bentuk satgas untuk pencegahan dan penanganan kekerasan. https://kemenag.go.id/
Kompas.com. (2025, October 26). Kemenag membentuk satgas untuk mengembangkan pesantren ramah anak. https://cahaya.kompas.com/
Kompas.com. (2026, June 8). Ironis, 3 santri di Lombok Tengah meninggal akibat kekerasan sepanjang 2025–2026. https://regional.kompas.com/
NU.or.id. (2025, October 18). PWNU Jateng menekankan pentingnya mitigasi kasus kekerasan dan perundungan di pesantren. https://svr.nu.or.id/
NU.or.id. (2025, October 31). Kemenag menargetkan 1.536 pesantren nol kekerasan pada 2026. https://islam.nu.or.id/
RRI.co.id. (2025, November 26). Menag mengingatkan pesantren untuk memperkuat pengawasan guna mencegah bullying. https://rri.co.id/
RRI.co.id. (2026, June 9). Empat upaya Kemenag untuk mengatasi kasus kekerasan dan perundungan di pesantren. https://rri.co.id/
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rahmad Lubis, Nadhif Ali Asyari, Ghufron Maksum, Iip Saepul Anwar (Penulis)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



